Sunday, April 26, 2015

Teknologi Informasi



software kutipan
software 
dasar aplikasi fotografi
accelerate

tugas 2015

latihan excel

Tuesday, April 7, 2015

Hari Kesehatan Dunia 2015


.





Hari Kesehatan Dunia tiba pada hari ini 7 April 2015. slogan yang diusung oleh WHO adalah dari ladang pertanian hingga piring untuk menghasilkan makanan aman. Keamanan Pangan. dalam press release dari WHO disebutkan bahwa data terbaru dari bahaya yang disebabkan oleh keracunan pangan menekankan ancaman global yang ditimbulkan oleh makanan yang tidak aman. Untuk itu perlu penanganan yang menyeluruh pada setiap rantai pangan, secara terkoordinasi, dan jika perlu lintas perbatasan.

Direktur Umum WHO, Dr Margaret Chan menyebutkan bahwa masalah keamanan pangan pada tingkat lokal dapat secara cepat menjadi bahaya internasional. penyelidikan wabah keracunan makanan lebih komplek saat pada sebuah kemasan makanan mengandung bahan baku dari berbagai negara.

Pada penelitian kemanan pangan yang dilakukan oleh Kelompok yang diinisiasi oleh WHO Foodborne Disesase Burden Epidemiology Reference Group (FERG) disebutkan bahwa
1. Diperkirakan ada 582 juta kasus dari 22 jenis penyakit entrik karena keracunan pangan yang berbeda dan 351000 menyebabkan kematian
2. penyebab penyakit entrik yang bertanggung jawab pada sebagian besar kematian adalah Salmonella typhi (52.000 kematian), diikuti oleh Enteropathogenic E.coli (37000), dan norovirus (35.000).
3. wilayah afrika memiliki kasus terbanyak, diikuti oleh Asia Tenggara
4. Lebih dari 40% orang yang menderita karena penyakit entrik karena makanan terkontaminasi adalah balita.

makanan tidak aman juga menyebabkan resiko ekonomi, khususnya di dunia global. Wabah E.coli pada tahun 2011 di Jerman dilaporkan terjadi kerugian petani dan industri sebanyak US$ 1.3 millyar, dan menyebabkan kewajiban untuk membayar US$ 236 juta kepada 22 anggota Europe Union.

langkah langkah yang dapat dilakukan dapat diamati pada gambar dan video berikut ini















129 Penerima Beasiswa LPDP Pelatihan Di GL Zoo



YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Banyaknya 129 penerima beasiswa dari Instansi Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Republik Indonesia angkatan 32 mengakhiri rangkaian program pelatihan persiapan keberangkatan studi di Gembira Loka Zoo (GL Zoo), Senin (6/4).

Para penerima beasiswa ini mengaku gemar sewaktu berkunjung & mengakhiri pelatihan di kebun binatang paling besar di Jawa Tengah & DIY ini. Bahkan, tatkala mengunjungi GL Zoo mereka mendapat pengalaman baru berkaitan hewan ataupun binatang.

“Kami para penerima beasiswa LPDP ini mengadakan pelatihan di Yogyakarta sejak 31 Maret sampai 5 April ini,” kata Dinda, salah satu penerima beasiswa di Yogyakarta, siang tadi (6/4).

Para penerima beasiswa ini, lanjut dirinya, terdiri dari bermacam macam latar pendidikan & daerah buat nantinya bakal menempuh acara studi magister di dalam ataupun luar negara, studi doktor, & dokter spesialis.

Pada Awal Mulanya, program dilaksanakan di UIN Sunan Kalijaga. Salah satu aktivitas sosial yg dilaksanakan ialah pelaksanaan sumur bor di Desa Pengkok, Kab Gunungkidul.

Program penutupan di GL Zoo ditandai dgn pelepasan balon & dimeriahkan dgn nyanyi dengan, suguhan tarian, & permainan tradisional, seperti main-main tali & bola bekel. diluar itu, di buka stan jajanan pasar & tes kesehatan cuma-cuma disamping barat Mayang Tirta, kompleks kebun binatang setempat.

sumber
http://berita.suaramerdeka.com/129-penerima-beasiswa-lpdp-pelatihan-di-gl-zoo/


Workshop penyusunan GBPP, SAP dan kontrak perkuliahan kurikulum baru tahun 2014 PSMIG

Workshop penyusunan GBPP, SAP dan kontrak perkuliahan kurikulum baru tahun 2014 program studi magister ilmu gizi fakultas kedokteran universitas diponegoro tahun 2014 di hotel grand wahid hotel salatiga, 5-7 november 2014


Workshop penyusunan borang akreditasi PSIG 2014



Workshop penyusunan borang akreditasi program studi ilmu gizi fakultas kedokteran universitas diponegoro tahun 2014 di hotel grand wahid hotel salatiga, 3-5 november 2014










Sunday, April 5, 2015

Highlights PK31


Persiapan keberangkatan beasiswa LPDP angkatan 31 diadakan pada tanggal 22 maret -27 Maret 2015 di Wisma Hijau, CImanggis, Depok. PK 31 ini mengundang berbagai pembicara kenamaan seperti Dik Doank, (Pendiri Kandank Jurank Doank), Thony Saut Situmorang (BIN), Thomas Ulun Ismoyo SS, MHum, MM (Tokoh agama dan Budayawan), Prof, Dr, Ir, Mohammad Nasikin, M.eng, (Guru Besar UI, Penemu Bio Power), Prof Dr, Eko Prasojo (Wamen PAN & RB Periode 2011-2014), Yudi Latif PhD (Ketua Harian Pusat Studi Pancasila) Prof Bamang Permadi Soemantri Brojonegoro PhD (Menri Keuangan RI) dan Rumtini PhD (Kepala Difisi Penyaluran Dana BPI

Highlight PK28


Program Persiapan Keberangkatan Beasiswa LPDP angkatan 28 diadakan di Yogyakarta pada tanggal 22-27 Febuari 2015 menggundang berbagai pembicara yang unggul seperti Prof Djamaludin Ancok PhD, Prof. Dr. H Boediono M.Ec. (wakil preseiden RI 2009-2014), Nur Fatmah Syarbini. D. Zawawi Imron, Budayawan dan Ulama indonesia, dr. Gamal Albin Said (Pendiri Klinik Asuransi Sampah), Sri Sultan Hamengkubuwono X, Marsekal Pertama TNI Yadi Indrayadi Sutanandika MSS (komandan Pangalan Udara Adi Sucipto.

Highlight PK32


Persiapan keberangkatan beasiswa LPDP angkatan 32 diadakan pada tanggal 31 maret -5 April 2015 di yogyakarta. PK 32 ini mengundang berbagai pembicara kenamaan seperti Dik Doang, Retno L.P. Marsudi (Mentri Luar Negeri RI), Sri Sultan Hamengkubuwono x, Zainal Abidin, Prof. Ainun Na'im (Sekjen Kemenristek), dan sebagainya

inspirational quote Didik Purwadi



Dr. Ir. Didik Purwadi, M.Ec, asisten perekonomian dan pembangynan sekretariat daerah DIY dalam kesempatannya menyampaikan pesan pada para penerima beasiswa LPDP angkatan 32 pada tanggal 1 april 2015 di Yogjakarta menyampaikan bahwa "SDM yang hebat dibentuk dari sekumpulan manusia yang mematuhi nilai nilai kehidupan.

Pesan Rektor UGM pada Awardee LPDP



Dwi Kornita Karnawati Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) dalam kesempatannya menyampaikan pesan pada para penerima beasiswa LPDP angkatan 32 pada tangga 1 april 2015 di Yogjakarta menyampaikan bahwa "Tanggung jawab Saudara sebagai awardee LPDP sangatlah besar. karena saudara menikmati berkah yang sangat sulit dimiliki oleh anak muda lainnya di Indonesia. Bertanggung Jawablah, karena kegagalan saudara artinya melaukai rakyat Indonesia.

Treasure run pesta nusantara

PK 32 ditutup dengan persembahan penutupand engan nama treasure run, pesta nusantara, dalam acara ini diramaikan oleh beat boxing jogja, play on jogja, dan Choin A change, perhelatan penutupan persiapan keberangkatan beasiswa LPDP angkatan 32 ini dimeriahkan dengan acara Lari, bazar industri lokal, pelayanan kesehatam, penampilan anmgkatan 32 dan juga info sesi dari LPDP. acara ini didukung oleh Tribun Jogja, My Magz, dan Radar Jogja

Thursday, April 2, 2015

nata de coco terkontaminasi pupuk urea ?



Nata merupakan produk fermentasi dari bakteri Acetobacter xylinum yang berupa lembaran selulosa dari pengubahan gula yang terdapat pada substrat (umumnya air kelapa namun dapat pula dari bahan lain) menjadi pelikel selulosa. Nata ini kandungan utamanya adalah air beserta serat sampai jadi bagus untuk diet dan sering digunakan dalam pembuatan dessert atau selaku tambahan substansi pada koktail, es krim dan sebagainya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan nata di antaranya merupakan bakteri, gula bersama nitrogen, selain itu harus pula diperhatikan cuaca beserta pH serta jangan tergoyanng agar pembentukan pelikel berlangsung bagus.

Bakteri Acetobacter xylinum merupakan bakteri Gram negatif yang mampu mensistesis selulosa dari fruktosa. Selulosa ini mempunyai pori melintang pada kristal mini glukan yang kemudian terkoalisi dedalam mikrofibril. Cluster mikrofibril yang ada dalam struktur senyawa yang terbentuk semacam pita-pita ini dpat diamatai secara langsung memakai mkroskop. Acetobacter xylinum merupkan suatu model sistem untuk mempelajari nzim beserta gen yang terlibat dalam biosintesis selulosa. Jumlah inokulum yang diberikan 10 – 20% dari bakteri umur 6 hari.

Tahapan pembuatan nata adalah: Air kelapa yang telah dibersihkan dari kotoran ditambah gula pasir 2,5% dan amonium sulfat 0,5% kemudian direbus. Setelah perrebusan ditambahkan asam asetat 99,8% sebanyak 0,75% untuk menurunkan pH agar setimpal untuk pertumbuhan bakteri. Setelah medium dingin ditambahkan starter nata (Acetobacter xylinum) dan diinkubasi selama 1 mingu pada suhu kamar. Nata yang terbentuk kemudian dipanen bersama lembaran direndam dalam air segar untuk menghilangkan lendir dan asam kemduian dilakukan pemotongan dan pencucian kembali hingga asam hilang. Nata yang telah bersih kemudian diberi sirup ntuk dikemas atau untuk konsumsi yang lain.

Sumber karbon merupakan faktor penting dalam proses fermentasi. Bakteri untuk menghasilkan nata memerlukan sumber karbon untuk proses metabolismenya. Glukosa akan masuk ke dalam sel bersama digunakan bagi penyediaan energi yang dibutuhkan dalam perkembangbiakannya. Fruktosa yang ada akan disintesis menjadi selulosa. Jumlag gula yang ditambahkan harus diperhatikan sampai jadi mencukupi buat metabolisme bersama pembentukan pelikel nata. Meskipun pada air kelapa terdapat gula namun gula yang ada belum mencukupi buat pembentukan pelikel sehingga perlu ditambahkan dari luar.

Selain gula, sumber nitrogen merupakan faktor penting pula. Nitrogen diperlukan dalam pembentukan protein yang penting pada pertumbuhan sel beserta pembentukan enzim. Kekurangan nitrogen menyebabkan sel kurang tumbuha dengan baik beserta menghambat pembentukan enzim yang diperlukan sampai jadi proses fermentasi mampu mengalami kegagalan atau tidak sempurna. Nitrogen yang digunakan untuk pembuatan nata umumnya merupakan pupuk ZA yang relatif murah bersama cenderung asam dibandingkan urea.

Berkaitan isu nata de coco mengandung pupuk Urea atau ZA (kedua-duanya juga sebagai sumber Nirogen), berikut penjelasannya :
ZA singkatan dari zwavelzure ammoniak, berasal dari bahasa Belanda yg berarti ammonium sulfat (NH4SO4). ZA ditambahkan jumlahnya 3-5 gr per liter air kelapa utk meningkatkan kinerja bakteri Acetobacter xyllinum. Tatkala proses fermentasi sampai panen, ZA-nya dimetabolisme oleh bakteri.

Faktor ini mampu dianalogikan seperti pupuk yg diberikan terhadap padi, dulu padi “memakan” pupuk tersebut, & membuahkan beras.

Nata yg telah dihasilkan/dipanen seterusnya dipotong kecil-kecil berbentuk kubus 1×1 senti meter. Nata yg belum diolah ini bersifat asam, lantaran mengandung asam cuka (ya, layaknya asam cuka yg ditambahkan kepada bakso & makanan yang lain). Nata ini dicuci bersama air bersih setelah itu direbus, dulu airnya dibuang (dilakukan banyaknya 2-3 kali) sampai natanya berasa tawar. Kalaupun ada sisa ZA kepada cairan sisa disaat nata dipanen, ZA-nya telah terbuang habis. Yg ini sanggup dianalogikan seperti mencuci buah-buahan dari kotoran yg melekat.

Panduan Pilih & Mengonsumsi Product Nata De Coco

Sebaiknya pilihlah produk-produk yg sudah mempunyai ijin resmi dari Dinkes dan/atau Badan Pengawas Obat & Makanan.
Warna nata de coco tak sanggup dijadikan standar aman atau tak, sebab tidak sedikit faktor-faaktor yg tentukan putih atau tidaknya nata, contohnya tipe starter, type sarana, & jumlah suplemen yg ditambahkan disaat produksi nata de coco tersebut.
Husus buat product yg tak berlabel/resmi, bila mempunyai keraguan yg kuat, sebaiknya tak usah dimakan. Begitu pula di cafe atau restoran.
Trik yg paling efektif buat meminimalisir jumlah pengawet & pemanis buatan nata de coco yakni bersama membuang airnya, & mencampurnya dgn larutan gula & sirup dgn rasa cocok selera.
Husus utk anak-anak (3-7 th), dibatasi jumlah konsumsinya, pass satu gelas perhari.

opsi lain dalam penggunaan urea dapat dibahas sebagai berikut

Produsen nata menggunakan sumber nitrogen berupa senyawa kimia yang bukan diperuntukkan untuk pangan (non foodgrade) atau bukan bahan tambahan makanan, melainkan urea (CO(NH)2) atau ammonium sulfat (NH4)2SO4 atau lebih dikenal dengan ZA, yang biasa digunakan sebagai pupuk. Bahan kimia tersebut mempunyai resiko mengandung logam berat yang akan terperangkap dalam lapisan ekstrapolisakarida nata dan menjadi cemaran berbahaya pada produk akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari korelasi antara penggunaan urea dan ZA dengan kandungan logam berat pada produk antara nata de coco. Produsen nata de coco yang di survei ada 6 lokasi, 3 di daerah Cianjur dan 3 di daerah Bogor. Dari produsen ini diperoleh informasi mengenai rantai produsen nata de coco di daerah Bogor dan Cianjur beradasarkan aktivitas yang dikerjakan. Industri yang terlibat dalam pengolahan nata de coco terbagi dalam 3 kelompok: yaitu petani, pengumpul dan pengolah. Petani adalah industri rumah tangga yang melakukan fermentasi dari air kelapa menjadi lembaran nata de coco. Pengumpul adalah industri rumah tangga yang membeli lembaran nata dari beberapa petani untuk selanjutnya didistribusikan ke industri pengolah. Pengolah adalah industri rumah tangga atau industri besar yang melanjutkan proses pengolahan dari produk antara lembaran nata hasil fermentasi sampai ke produk akhir nata de coco yang dikemas dan menjadi siap konsumsi. Beberapa industri di Bogor dan Cianjur ada yang berfungsi sebagai petani, petani dan pengumpul, atau petani dan sekaligus pengolah. Dari survei ini diperoleh informasi pula mengenai sumber nitrogen yang digunakan, komposisi bahan, cara pembuatan, starter yang digunakan, dan fasilitas. Semua industri, saat ini hanya menggunakan ZA sebagai sumber nitrogen, tidak lagi menggunakan urea, karena penggunaan ZA lebih memberikan karakteristik produk yang diinginkan. Komposisi bahan yang digunakan dalam pembuatan nata bervariasi pada beberapa petani. Penambahan gula pasir bervariasi antara 0,2-0,7%, ZA 0,5-1,14% dan asam asetat antara 0,4-0,6%. Variasi yang sangat tinggi terutama terlihat dari penambahan ZA sebagai sumber nitrogen yang digunakan antara 0,5-1.14%. Konsentrasi terakhir yang sangat tinggi ini sangat rawan menyebabkan kontaminasi logam atau residu yang berdampak buruk untuk kesehatan konsumen. Untuk meminimalisir dampak dari penggunaan ZA yang berlebih, perlu dicari konsentrasi terendah yang masih memungkinkan proses pembuatan nata atau nata yang dihasilkan tetap memberikan penerimaan sensori yang disukai konsumen. Kondisi sarana dan prasarana yang digunakan petani nata sangat berpeluang menyebabkan cemaran logam berat. Beberapa faktor yang dapat menjadi peluang munculnya atau terakumulasinya cemaran logam dalam produk antara nata. Peralatan yang berpeluang menjadi faktor penyebab timbulnya cemaran logam adalah sebagai berikut: penggunaan panci yang berkarat, penggunaan kaleng bekat cat sebagai wadah tampungan nata, penggunaan kertas koran untuk penutup, serta penggunaan pisau/ cutter berkarat sebagai alat pembersih dan pemotong terutama karena peralatan yang korosif oleh kondisi asam. Kandungan logam berat diukur dengan menggunakan ICP-MS. Kandungan logam berat Cu, Zn, Pb, Sn dan As pada urea berada di bawah standar SNI. Kandungan logam berat pada pupuk ZA lebih tinggi jika dibandingkan dengan kandungan logam berat pada pupuk urea, dan kandungan logam Zn berada 4 kali lipat (18,65 ppm) di atas persyaratan SNI nata (5,0 ppm). Sumber nitrogen dapat menjadi salah satu penyebab munculnya cemaran. Analisis produk antara difokuskan pada Cu, Zn dan Pb. Logam Cu pada semua sampel berada di bawah standar. Produk antara pada dua petani nata mengandung logam berat Pb (16,5 ppm dan 1,52 ppm) di atas batas SNI (0,2 ppm). Petani ini perlu diwaspadai kandungan logam beratnya pada produk akhir. Produk antara pada satu petani mengandung Zn (5,14 ppm) melebihi standar SNI (5,0 ppm). Dari hasil analisis jumlah ZA yang ditambahkan tidak selalu sebanding dengan kandungan logam berat Cu dan Zn pada produk antara. Logam Pb menjadi temuan dalam hal ini, karena dari sumber nitrogen sendiri, baik urea maupun ZA tidak mengandung cemaran logam ini. Cemaran Pb kemungkinan besar berasal dari fasilitas atau peralatan yang buruk yang telah disebutkan sebelumnya. Nata de coco yang dibuat dengan menggunakan jumlah ZA 0,4% (di bawah kisaran yang digunakan petani), menghasilkan nata yang mempunyai karakteristik fisik yang tetap disukai konsumen, berwarna putih, tekstur dapat digigit dan ketebalan 1,27 cm hampir sama dengan nata komersial. Pengurangan jumlah ZA yang diberikan serta penggunaan alat-alat yang bersih dan tidak korosif asam dapat mengurangi kemungkinan timbulnya cemaran logam pada produk nata de coco. Karena residu logam berat sangat membahayakan kesehatan konsumen, maka perlu ada kajian tentang alternatif pengganti sumber nitrogen untuk proses pembuatan nata. Sumber nitrogen yang aman untuk konsumsi yang menjadi alternatif pengganti urea adalah yeast extract. Penggantian sumber nitrogen ini akan dikaji juga dari segi finansial. Penggantian sumber nitrogen diharapkan akan menurunkan potensi cemaran logam pada produk akhir.

Ok deh, mudah-mudahan penjelasan ini bakal berguna, mari di berbagi. terimakasih.

sumber

https://ptp2007.wordpress.com/2011/11/17/nata-decoco/
http://forum.kompas.com/food/156474-nata-de-coco-berbahaya-atau-aman-dikonsumsi.html
http://web.ipb.ac.id/~lppm/lppmipb/penelitian/hasilcari.php?status=buka&id_haslit=HB/043.09/NUR/k