Wednesday, July 1, 2015

visa keluarga akhirnya kelar


sebenarnya tidak ada masalah dengan persyaratan, maupun hal teknis lainnya. akan tetapi hal non teknis sering kali menjadi masalah yang membutuhkan solusi yang jitu.
pada posting terdahulu disebutkan bahwa visa saya sudah keluar. notifikasi keluar dari universitas adalah 12 Juni 2015 sore. setelah tahu informasi tersebut, tanggal 12 Juni langsung bergerak ke jakarta untuk mengambil visa tersebut. tetapi ternyata pada hari senin visa saya, istri, dan anak tidak ada. hal ini sungguh membingungkan, sehingga direkomendasikan untuk menelepon dahulu kedutaan besar belanda untuk memeriksa keberadaan mvv.




Akhirnya hari selasa saya telpon, dan dengan perjuangan belasan kali telpon, baru berhasil terhubung. dengan hatihati dilakukan pengejaan, dan menjelaskan kapan notifikasi dari universitas diterima. ternyata nama saya dan istri ada. yang agak aneh adalah tanggal approve dari IND (imigrasi belanda) adalah tanggal 13 Mei, sedangkan istri tanggal 1 Juni. berarti saya harusnya bisa mengurus visa jauh sebelum tanggal 11 juni. nama anak tetap tidak ada.

setelah diamati surat persetujuan dari IND, bahwa nama anak saya salah.

Shaqeena Althafunnisa 22 Oktober 2012

tertulis

Shagueena Althafunnisa 22 Januari 2012

segera dilakukan notifikasi kepada universitas untuk segera melakukan perbaikan pada tanggal 16 Juni dan dijanjikan 2 hari untuk segera ada kabar.

tanggal 19 Juni saya lakukan konfirmasi ke IND dan pergi ke kedutaan untuk mengambil visa, ternyata belum ada koreksi dari IND untuk data shaqeena, Akantetapi data saya dan istri ada, sehingga dapat diproses. hari jumat.. maka ada jumatan, proses sangat lama dari pagi hingga jam 12, saya masih sempat pergi ke masjid diknas di belakang kedutaan.

status data shaqeena ini saya laporkan kembali kepada universitas, dan dijanjikan untuk mengabarkan ke IND.

tanggal 23 juni dikabarkan oleh universitas bahwa data sudah dibuah oleh IND dan dikirim ke kedutaan. dan tanggal 24 saya segera ke kedutaan untuk mengambil visa. ternyata revisi yang baru sudah diterima oleh kedutaan, tetapi data yang diterima masih salah. Pada saat itu saya dihubungi oleh kedutaan untuk mengirim semua data untuk pengajuan MVV melalui email. Aplikasi MVV masuk, dan dijanjikan untuk selesai tanggal 26 juni.

tanggal 26 saya kembali ke kedutaan, tetapi tetap belum ada informasi, dan diharapkan untuk telpon senin siang. senin dikabarkan bahwa kedutaan mengirimkan koreksi sekali lagi untuk data yang salah. dan tanggal 30 pagi ada email bahwa mvv sudah dapat diambil, tetapi selang 10 menit ada email baru lagi bahwa data masih salah. siang jam 14.00 ada telpon dari kedutaan bahwa data sudah benar, dan mvv dapat diambil.

karena hari sabtu saya sudah meninggalkan jakarta dan kembali ke semarang, maka pengambilan mvv dan pasport diwakilkan dengna memberi surat kuasa dan fotokopi ktp.

dari pengalaman ini, maka perlu diperhatikan

1. nama nama yang berpotensi salah
penggunaan "q" seringkali salah dengan "gu"
2. tanggal yang perpotensi salah
october (10) bisa sering tertulis januari (01)
3. respond dan efektifitas kedutaan lebih tinggi dari universitas, sehingga kondisi darurat seperti ini harus dapat disampaikan ke kedutaan agar dapat dibantu.


No comments:

Post a Comment