Monday, August 31, 2015

Susu sapi untuk manusia ?

berikut adalah artikel dari http://1health.beritasatu.com/id/article/category/diet-&-nutrition/amankah-kalsium-susu-sapi-untuk-manusia-969.html


Amankah kalsium sapi untuk manusia?_Flickr/VanessaLidya
Akhir-akhir ini banyak bermunculan 'aturan-aturan' baru dalam mengonsumsi makanan atau minuman. Mulai dari aturan yang tidak memperbolehkan mengonsumsi beberapa jenis makanan sekaligus dalam satu waktu hingga tidak disarankannya mengonsumsi kalsium dari susu sapi. Sementara, susu yang tersedia di pasaran sebagian besar bersumber dari susu sapi. Lalu, benarkan kalisum yang terkandung dalam susu sapi tidak baik untuk manusia?
Dalam sebuah penelitian tahun 2008 disebutkan bahwa untuk mendapatkan manfaat terbaik dari kalsium, maka jumlah asupannya harus disesuaikan dengan usia dan diimbangi dengan asupan vitamin D. Kalsium bisa didapatkan dari beberapa jenis bahan makanan, seperti ikan yang dimakan dengan tulangnya dan susu beserta olahannya.
"Tidak benar bila kalsium susu sapi tidak cocok untuk manusia. Susu sapi dan olahannya termasuk sumber kalsium yang bisa dikonsumsi manusia. Bahkan jumlahnya termasuk yang cukup tinggi sehingga bisa memenuhi kebutuhan kalsium harian manusia," jelas Ayustaningwarno, Dosen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Semarang.


Hanya saja, untuk mengonsumsi susu sapi harus melalui proses pasteurisasi untuk menghindari bakteri E.coli dan salmonella yang berbahaya. Itulah sebabnya Anda perlu memilih susu sebelum dikonsumsi.
Dalam keadaan normal, 30% hingga 50% kalsium yang dikonsumsi akan diserap tubuh. Kalsium akan diserap dengan baik oleh tubuh bila tak ada faktor penghambat seperti oksalat (banyak terdapat pada bayam). Kalsium yang tidak diserap akan dibuang oleh tubuh melalui feses. Selain itu, aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin juga memengaruhi penyerapan kalsium menjadi lebih baik. Mekanisme tubuh ini sudah diatur sedemikian rupa, sehingga kalsium yang bersumber darimanapun bisa diserap tubuh sesuai kapasitas tubuh.
Terdapat pula anggapan bahwa terlalu banyak mengonsumsi susu sapi justru bisa menyebabkan osteoporosis. Padahal, di dalam tulang, kalsium bersifat stabil. Cadangan kalsium disimpan pada bagian ujung tulang panjang dalam bentuk kristal dan dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat seperti saat masa pertumbuhan, kehamilan dan menyususi. Justru kekurangan kalsium dalam jangka panjang bisa menyebabkan struktur tulang menjadi tidak sempurna.
Cadangan kalsium yang sudah dilakukan sejak kecil, akibat konsumsi sumber kalsium sejak kecil justru akan menyelamatkan Anda dari osteoporosis di masa tua. Tentu saja harus diiringi dengan aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin. Seiring dengan bertambahnya usia, tulang akan mengalami resorpsi (penyerapan kembali) kalsium dari cadangan yang dimiliki agar tulang tetap kuat. Satu-satunya yang bisa memengaruhi percepatan penggantian kalsium sehingga mengebabkan osteoporsis adalah terlalu tingginya hormon tiroksin.

No comments:

Post a Comment