Tuesday, December 19, 2017

Publishing on Food Engineering Reviews



Food Engineering Reviews merupakan salah satu Jurnal yang dikelola oleh Springer dan International Society of Food Engineering (salah satu bidang pada iufost). Memiliki impact factor 3.571 pada tahun 2016. Sesuai nama, jurnal ini khusus untuk paper review. Berikut adalah deskripsi jurnal tersebut:

Food Engineering Reviews publishes reviews covering all engineering aspects of today’s food scientific research and the food industry. Coverage concentrates on classic as well as modern novel food engineering topics, exploring such essential factors as the health, nutritional, and environmental aspects of food processing. The journal identifies and discusses trends that will drive the discipline over time. The scope of topics addressed is broad, encompassing Transport phenomena in food processing; Food process engineering; Physical properties of foods; Food nano-science and nano-engineering; Food equipment design; Food plant design; Modeling food processes; Microbial inactivation kinetics; Preservation technologies; Engineering aspects of food packaging; Shelf life, storage and distribution of foods; Instrumentation, control and automation in food processing; Food engineering, health and nutrition; Energy and economic consideration in food engineering; sustainability; and Food engineering education.

melakukan publikasi pada jurnal ini menggunakan portal online yang akan memudahkan proses publikasi.
https://www.editorialmanager.com/fere/default.aspx

Dengan portal ini segala komunikasi dari pengelola jurnal ke penulis terlaksana.
dari berbagai persyaratan, salah satu yang menarik adalah diperlukannya sebuah nomor ORCID, dimana dapat diperoleh di https://orcid.org/
Ini contohnya, ORCID saya:

ORCID iD iconorcid.org/0000-0003-2409-5449


proses publikasi cukup panjang. Berikut adalah catatannya
submit  6 Desember 2017
Mencari Editor 6-18 Desember
mengundang Editor 18 Desember
under review 22 December
karena hingga 15 February 2018 tidak ada update, maka pada 15 February kami mengirim surat pengingat kepada editor.

Dear Editor,
The authors would like to inquire about the status of our manuscript
entitled: "-----------------------------" (ms number ----------------). The paper was submitted on the 6th of December
2017 and still pending under review. Could you please inform us about the reviewing process?

tanggal 5 Maret 2018, Reviews Completed


taggal 17 Maret 2018, Major revision dengan deadline 11April 2018. Hasil review didapatkan dari dua orang reviewer.

Based on the advice received, I have decided that your manuscript might be reconsidered for publication, but only after major revisions are completed. When preparing your revised manuscript, you are asked to carefully consider the reviewers' comments (which are attached below) and to submit a list of responses to each of the comments. Your list of responses should be uploaded as a separate file in addition to your revised manuscript.
tanggal 10 April 2018 rebutal berhasil diselesaikan dan diungah ulang.
tanggal 10 April 2018 editor invited
tanggal 12 April 2018 Accepted
tanggal 20 April 2018 author proof
tanggal 25 April 2018 First Published
https://link.springer.com/article/10.1007%2Fs12393-018-9178-x


Altmetric badge

Tuesday, December 12, 2017

peneliti pria mendapatkan lebih banyak hibah dibandingkan wanita, benarkah?

sumber
http://amp.smh.com.au/national/health/male-researchers-given-8-prestigious-grants-women-get-none-20171206-h000ow.html




pada sebuah artikel yang dialngsir oleh the Sydne Morning Herald, disebutkan oleh Jayce Carrano bahwa peneliti pria mendapatkan 8 buah hibah bergengsi, sedangkan wanita tidak sama sekali. pada penelitian terbaru ditemukan bahwa peneliti wanita adalah "ghost writer"pada aplikasi hibah dan memasukkannya di bawah nama rekan pria, disebutkan bahwa pemberian dana tersebut berlaku tidak adil pada wanita.

Professor Deb Verhoeven, seorang social science researcher di University of Technology, Sydney menyebutkan bahwa praktek tersebut jamak dilakukanm dan hanya bertujuan untuk meningkatkan kemungkinan pendanaan. Analisis yang dilakukan pada program pendanaan dari National Health and Medical Research Council (NHMRC) ditemukan bahwa 89% dana diberikan pada tim dengan pemimpin pria selama 15 tahun terakhir, dan pada tahun 2017 mencapai 100 %.

Hibah program yang sebesar $100 juta dari $877 juta merupakan gold standard dari pendanaan NHMRC. hal ini menyebabkan tim yang telah melakukan penelitian sebelumnya akan mendapatkan keuntungan, dan tim tersebut didominasi oleh pria.

Bias gender pada pendaan ini telah diketahui dan dicoba untuk memberikan pendaan ekstra untuk wanita. dan hasilnya NHMRC telah membiayai 34 project yang dipimpin wanita, dan meningkatkan total menjadi 186 tim, akan tetapi tetap lebih rendah dibanding 364 yang diberikan kepada pria.

faktor yang lain adalah senioritas, dimana pria lebih mendominasi posisi tersebut. ditambah dengan kondisi dimana wanita lebih sukar untuk melakukan perjalanan ke luar negri dan melakukan kolaborasi.

hal ini jelas tidak menguntungkan. inovasi biasanya terjadi pada tim dengan latar belakang yang bervariasi. skema sinergi yang akan diterapkan mulai tahun 2020 dimana menekankan adanya variasi dalam tim dalam hal gender, bidang studi, dan pengalaman.

bagaimana dengan di Indonesia?